Essar Indonesia produsen baja ringan terbesar swasta di Indonesia
Essar Indonesia produsen baja ringan terbesar swasta di Indonesia
Kamis, 01 Februari 2007
PT Essar Indonesia berekspansi di Cikarang, Jabar, dengan membangun pabrik yang memproduksi baja lembaran lapis seng (BjLS). Pabrik ini memproduksi 150.000 ton BjLS per tahun dan akan ditingkatkan pada 2009 menjadi 260.000 ton.
PT Essar Indonesia, anak perusahaan Essar Steel Ltd asal India, telah beroperasi di negeri ini sejak 1997 dan menjadi salah satu swasta terbesar yang memproduksi cold rolled steel (CRS) dengan kapasitas 400.000 ton per tahun.
Sebanyak 11 perusahaan baja hilir dan antara pada awal 2007 berhasil merealisasikan investasi dengan total nilai Rp4,08 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja 1.230 orang. Dari jumlah tersebut, empat perusahaan membangun pabrik baru dan tujuh lainnya ekspansi. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diolah Departemen Perindustrian, realisasi investasi itu merupakan perkembangan mutakhir dari persetujuan investasi yang ditandatangani beberapa tahun sebelumnya.
PT Krakatau Steel (KS), misalnya, secara kumulatif merealisasikan investasi Rp2,8 triliun hingga tahun ini, dengan penambahan kapasitas produksi pada 2005 di komoditas batang kawat baja, baja canai panas (hot rolled coil/HRC) dan baja canai dingin (cold rolled coils/CRC) dengan total kapasitas 875.000 ton per tahun.
Secara terpisah, di Yogyakarta, Bupati Kulonprogo Toyo S. Dipo mengatakan PT KS akan mendirikan pabrik pengolahan bijih besi di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.
Pendirian pabrik itu merupakan kerja sama antara PT KS dengan Pemkab Kulonprogo yang diproyeksikan dapat terealisasi pada 2008-2009 dengan jangka waktu operasi hingga 30 tahun dan kapasitas produksi mencapai 500.000 ton per tahun.
Toyo mengatakan penandatanganan kesepakatan kerja sama dilakukan belum lama ini di Kompleks Kantor Gubernur DIY.
Realisasi investasi industri baja nasional 2007
Perusahaan Tenaga
kerja Investasi Status Keterangan
(Rp miliar) (US$ juta)
Inti Surya Sentosa 50 6,6 - PMDN Baru
Manna Jaya Makmur 34 10 - PMDN Baru
Krakatau Steel 169 2.782 - PMDN Perluasan
Bajamarga Kharismautama 5 8,6 - PMDN Perluasan
Srirejeki Perdana Steel 200 17,5 - PMDN Perluasan
Sanex Steel Indonesia 510 54,7 - PMDN Baru
United Steel Center Indonesia 204 - 7 PMA Perluasan
Steel Center Indonesia 0 - 2 PMA Perluasan
Essar Indonesia 98 - 106,8 PMA Perluasan
Posmi Steel Indonesia 58 - 4,8 PMA Perluasan
International Steel Indonesia 73 - 9,6 PMA Baru
Sumber : Depperin
Bisnis Indonesia, 31 Januari 2007

0 komentar:
Posting Komentar